Kuartir Awal di Bulan Rajab


Pada tanggal 29 Maret lalu, umat Islam di wilayah Indonesia telah memasuki bulan ke tujuh dari tahun Hijriah, yakni Bulan Rajab. Bulan ini begitu istimewa bagi umat Islam sendiri karena banyak sekali keutamaan-keutamaan dalam bulan ini. Lebih istimewa lagi tentunya peristiwa bersejarah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW juga terjadi di bulan ini, tepatnya tanggal 27 Rajab.
Didalam kitab Risalah Nailu As-surur disebutkan bahwa nama bulan Rajab merupakan nama sebuah sungai yang berada di surga. Sungai ini memiliki air yang lebih putih dari susu, lebih manis dari madu dan lebih dingin dari es. Kelak yang bisa menikmati air ini adalah orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab. Dalam kitab tersebut juga diterangkan bahwa bulan Rajab merupakan bulannya Allah yang di sebut bulan ashom, oleh karena itu banyak sekali faedah yang didapat jika berpuasa pada bulan ini.
Di saat ini bulan Rajab telah berjalan hampir seperempatnya. Dalam dunia astronomi dikenal dengan istilah first quarter atau dalam bahasa Arabnya At-tarbi'u Al-awalu. Yakni ketika matahari, bumi dan bulan berada pada posisi tegak lurus, yaitu membentuk sudut sekitar 90°, oleh karena itu hanya setengah dari bagian bulan yang mendapatkan sinar matahari. Peristiwa kuartir ini terjadi dua kali dalam satu bulan, yaitu pada kuartir awal yang terjadi sekitar tanggal 7 hijriah dan kuartir akhir yang terjadi sekitar tanggal 21 atau 22 Hijriah.
Untuk peristiwa first quarter pada bulan Rajab ini di wilayah Indonesia bagian barat atau yang menggunakan zona waktu WIB terjadi pada tanggal 4 April 2017 pukul 01: 41: 42.29 WIB. Untuk mengetahui hal tersebut bisa dilakukan perhitungan sebagaimana yang penulis ambil dari kitab Irsyadul Murid karya KH. Ghozali M.F. adapun langkah perhitungannya sebagai berikut:
Bulan yang di cari adalah bulan Rajab tahun 1438 H. 
Bulan (M) = 7, tahun (Y) = 1438, zona waktu (TZ) = 7 (WIB).
1. Hari tahun Hijriah (HY) = Y + (M x 29.53)/ 354.3671 = 1438.583322
2. Nilai K = ((HY - 1401) x 12) - 0.75 = 342.25
3. Juz'ul Asal (T) = K/ 1200 = 0.285208333
4. Julian day Ghoiru Muadal (JD) = 2447740.652 + 29.53058868 x K + 0.0001178 x T² = 2457847.496
5. Khossoh Syams (M) = frac ((207.9587074+29.10535608 x K + -0.0000333 x T²)/360)x 360= 89° 16' 0.56"
6. Khossoh Qomar (M') = frac ((111.1791307 + 385.81691806 x K + 0.0107306 x T²)/360) x 360 = 37° 1' 12.75"
7.  Hissoh Ardli (F) = frac ((164.2162296 + 390.67050646 x K + -0.0016528 x T²)/360) x 360 = 311°11'12.75"
8. Tadil 1 (T1) = (0.1721 - 0.0004 x T) x sin M = 0° 10' 19.1"
9. Tadil 2 (T2) = 0.0021 x sin 2M = 0° 0' 0.19"
10. Tadil 3 (T3) = -0.6280 x sin M' = -0° 22' 41.22"
11. Tadil 4 (T4) = 0.0089 x sin 2M' = 0° 0' 30.81"
12. Tadil 5 (T5) = -0.0004 x sin 3M' =-0° 0' 1.34"
13. Tadil 6 T6 = 0.0079 x sin 2F = -0° 0' 28.19"
14. Tadil 7 = -0.00119 x sin (M+M') = -0° 0' 34.53"
15. Tadil 8 = -0.0047 x sin (M-M') = -0° 0' 13.38"
16. Tadil 9 = 0.0003 x sin (2F + M) = -0° 0' 0.16"
17. Tadil 10 = -0.0004 x sin (2F-M) = -0° 0' 0.17"
18. Tadil 11 = -0.0006 x sin (2F+M') =0° 0' 1.88"
19. Tadil 12 = 0.0021 x sin (2F-M') =-0° 0' 5.38"
20. Tadil 13 = 0.0003 x sin (M+2M') = 0° 0' 0.31"
21. Tadil 14 = 0.0004 x sin (M-2M) = 0° 0' 0.31"
22. Tadil 15 = -0.0003 x sin (2M +M)= 0° 0' 0.63"
23. Majmu'u ta'diilaah (MT1) = tadil 1 + tadil 2 sd tadil 15 = -0° 13' 11.08"
24. Majmu'u ta'dilaah (MT) = MT1 + (0.0028 -0.0004 cos M' + 0.0003 cos M') = -0° 13' 1.29"
25. Julian day tarbi' awal = JD + 0.5 + MT = 2457847.779
26. Saah Tarbi Awal (TA GMT) = frac (JD tarbi' awal) x 24 = 18: 41: 42.29 UT
27. Saah Tarbi Awal = TA GMT + TZ = 01: 41: 42.29 WIB

Setelah ditemukan jamnya, selanjutnya mencari tanggal masehinya dengan cara konversi melalui Julian Ephemeris Day nya perhitungan tadi, langkah lemgkapnya sebagai berikut= 
1. Z = int (JD tarbi awal) = 2457847
2. AA = int ((Z - 1867216.25)/36524.25) = 16
3. A = Z + 1+ AA - int (AA/4) = 245780
4. B = A + 1524 = 2459384
5. C = int ((B - 122.1)/365.25) = 6733
6. D = int (356.25 x C)= 2459228
7. E = int ((B - D)/30.6001) = 5
8. Tgl = int (B -D - int (30.6001 x E)) = 4
9. Bln = E-1 = 4
10. Thn = C-4716 = 2017
11. PA = Z + 2 = 2457849
12. Hr = PA - int (PA/7) x 7 = 3 dari hari Ahad
13. Psrn = PA - int (PA/5) x 5= 5 dari pasaran kliwon

Demikian tadi rincian perhitungan untuk mencari kuater awal pada bulan Rajab tahun 1438 H. Namun sayangnya untuk daerah Indonesia posisi bulan saat jam itu berada di bawah ufuk. Oleh karena itu tidak bisa menikmati saat kuartir awal tersebut.

Lebih baru Lebih lama