
Penanggalan China atau yang disebut juga dengan
kalender Khongcu Lik atau tarikh Khongcu, merupakan kalender yang
tergolong sebagai penanggalan Luni-Solar (Bulan-Matahari) yang dalam bahasa
China disebut dengan Yin Yang Li. Dasar dari kalender ini sebenarnya adalah
masa bulan dalam mengitari bumi, namun kalender ini juga mengikuti peredaran
musim yang mengikuti letak matahari, sehingga kedua dasar itu dipadukan menjadi
suatu sistem yang dinamakan Luni-Solar tadi.
Sistem penanggalan China tersebut
merupakan sistem penggalan dari Dinasti He yang berkuasa dari tahun 2205 sampai
1766 SM. Sistem itu lalu dipergunakan kembali oleh Nabi Khongcu yang
hidup pada tahun 551-479 SM dan masih dipakai hingga saat ini dengan nama
penganggalan Imlek. Tahun pertama dari sistem penanggalan tersebut dihitung
mulai dari tahun kelahiran Nabi Khongcu. Jadi tahun Imlek ini
adalah tahun Masehi ditambah 551.
Pada tahun 104 SM sistem penaggalan
yang disabdakan oleh Nabi Khongcu ini diresmikan menjadi penaggalan
negara, begitu juga agama Khonghucu yang disahkan menjadi agama resmi
negara.
Dalam sistem penanggalan matahari (solar
system, dalam bahasa Cina disebut Yang Lik) yang menggunakan dasar
peredaran bumi mengelilingi matahari, satu tahun berjumlah 365 hari, tepatnya
365 hari 5 jam 56 menit. Kelebihan 5 jam 56 menit atau sekitar 6 jam itu lalu
dikumpulkan selama 4 tahun sehingga menjadi satu hari dan diletakkan pada tahun
kempatnya yang disebut tahun kabisat. Sedangkan dalam sistem penanggalan bulan
(lunar system, dalam bahasa Cina disebut Im Lik) yakni yang
menggunakan peredaran bulan dari ijtima’ ke ijtima’ atau yang
disebut dengan rotasi sinodis selama 29,5 hari. Setiap bulannya berkisar
antara 29 atau 30 hari. Oleh karena itu dalam sistem ini, satu tahunnya
berjumlah 354 atau 355 ketika kabisat. Dari kedua sistem penanggalan itu
terdapat selisih sekitar 10-11 hari setiap tahunnya atau 7 bulan setiap 19
tahun.
Kalender China yang merupakan
perpaduan dari kedua sistem penanggalan tersebut terdiri dari 353, 354 atau 355
hari setiap tahunnya. Kalender ini juga memiliki kabisat seperti halnya
kalender-kalender yang menganut kedua sistem tadi, perbedaannya terletak pada
kabisatnya. Jika dalam kalender Masehi atau Hijriyah tahun kabisatnya dilakukan
dengan penambahan 1 hari, namun dalam kalender China Lunisolar ini tahun
kabisatnya dilakukan dengan penambahan 1 bulan. Sehingga tahun kabisatnya
kalender China ini memiliki 13 bulan yang disebut dengan lun gwee dan
satu tahun kabisatnya berjumlah 385 hari.
Dari kedua sistem (sistem Bulan dan
sistem Matahari) yang dipadukan dalam kalender China ini memiliki selisih
sebesar 10-11 hari setiap tahunnya, atau dalam 19 tahun berselisih 7 bulan. Karena
itu dapat dirumuskan dengan : 19 tahun matahari = 19 tahun bulan + 7 bulan.
Oleh karenanya, dalam kurun waktu 19 tahun terdapat tujuh kali bulan sisipan.
Penyisipan 7 bulan itu di letakkan selang 2-3 tahun selama 19 tahun tersebut.
Dengan adanya bulan sisipan itu, tahun baru Imlek tidak akan bergerak
maju terus menerus, melainkan tahun baru Imlek ini berkisar antara 21
Januari sampai 20 Februari setiap tahunnya.
Kalender China ini sebagai mana
kalender pada umumnya memiliki 12 bulan jika tidak tahun kabisat. Tiap bulannya
berjulmlah 29 sampai 30 hari, dan pergantian bulannya terjadi saat Tilem dan
pertengahan bulannya adalah saat bulan purnama. Adapun nama-nama bulan nya
adalah sebagai berikut:
|
1.
|
Cia Gwee
|
7.
|
Jit Gwee
|
|
2.
|
Ji Gwee
|
8.
|
Pik Gwee
|
|
3.
|
Sa Gwee
|
9.
|
Kuaw Gwee
|
|
4.
|
Si Gwee
|
10.
|
Cap Gwee
|
|
5.
|
Go Gwee
|
11.
|
Cap It Gwee
|
|
6.
|
Lak Gwee
|
12.
|
Cap Ji Gwee
|
Untuk bulan ke 13 dinamakan Lun
Gwee atau bulan sisipan untuk penyesuaian penanggalan terhadap perputana
Bumi mengelilingi Matahari.
Untuk konsep perhitungan hari dalam
sistem penannggalan China ini tidak mengenal pembagian hari dalam satu minggu
seperti dalam kalender Masehi. Pembagian harinya disebut dengan Hou yang
mirip dengan pasaran yakni terdiri dari 5 hari dalam satu Hou. Dalam
satu harinya terdapat 12 Sie, 1 sie sama dengan 2 jam, sehingga
dalam satu Hou terdapat 60 Sie. Ada lagi pembagian hari yaitu
setiap 3 Hou atau 15 hari merupakan satu Ciat. 3 Hou lagi
setelah itu dinamakan Khi. Jadi dalam satu bulan terdapat satu Ciat
dan satu Khi. Pembagian Ciat dan Khi ini dianggap sebagai
hari besar dan patokan peredaran matahari sepanjang jalan lintas garis
Khatulistiwa hingga garis balik 23,5˚. Sehingga dalam satu tahun terbagi
menjadi 24 Ciat dan 24 Khi. Patokan tersebut bersifat relatif
stabil karena menurut perhitungan perputaran bumi mengelilingi matahari yang
relatif tidak berubah. Pembagian Ciat dalam setahun terdiri atas 12
yaitu:
1. Liep Chun : awal musim
semi, 4 Februari
2. King Ciap : guntur musim
semi, 6 Maret
3. Ching Bing : terang dan
bersih, 5 April
4. Liep He : awal musim
panas, 5 atau 6 Mei
5. Bong Ciong : masa panen raya, 6 Juni
6. Siau Si : panas
sedikit, 7 atau 8 Juli
7. Liep Chiu : awal musim
gugur, 8 Agustus
8. Pik Lou : embun banyak,
8 September
9. Han Lou : embun dingin,
8 atau 9 Oktober
10. Liep Tong : awal musim
dingin, 7 atau 8 November
11. Tai Swat : hujan es
besar/ menyeluruh, 7 atau 8 Desember
12. Siau Han : dingin sebagian,
5 atau 6 Januari
Adapun pembagian Khi adalah sebagai berikut:
1. I Swi : hujan musim
semi, 19 Februari
2. Chun Hun : pertengahan
musim semi, 21 Maret
3. Kok I : hujan
terakhir, 20 atau 21 April
4. Siau Boan : panen
sebagian, 21 atau 22 Mei
5. He Cik : puncak atau
pertengahan musim panas, 21 atau 22 Juni
6. Tai Shi : panas
menyeluruh, 22 atau 23 Juli
7. Chi Shi : panas lenyap,
23 atau 24 Agustus
8. Chiu Hun :
pertengahan musim gugur, 23 atau 24 September
9. Song Kang : hujan salju, 23
atau 24 Oktober
10. Siau Swat : hujan es
sebagian, 22 atau 23 November
11. Tang Cik : tengah musim
dingin, 22 Desember
12. Tai Han : dingin
menyeluruh, 20 atau 21 Januari
Terdapat keunikan lain dalam
kalender ini, yakni permulaan harinya dimulai dari jam 23.00. jika dilihat dari
kesesuaian kalender dengan kondisi alam maka kaleder ini tergolong sebagai
kalender astronomi. Yaitu kalender yang didasarkan pada pengamatan yang
berkelanjutan. Termasuk juga kesesuaian tengah bulannya yang terjadi pada saat
bulan purnama. Selain itu, penambahan bulan ke 13 juga merupakan penyesuaian
kalender dengan perputaran bumi mengelilingi matahari.
Dengan adanya kesesuaian dengan
keadaan alam ini, kalender China selalu relevan jika digunakan untuk keperluan
pertanian atau pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan alam. Karena kalender
ini bisa menjadi panutan bagi petani ataupun pekerja lainnya untuk mamulai
pekerjaannya.