Ephemeris Hisab Rukyat, atau lebih singkat disebut Ephemeris, adalah seperangkat data-data astronomi yang disusun oleh Kementerian Agama RI untuk dijadikan sebagai acuan dalam masalah hisab dan rukyat. Perhitungan ilmu falak dengan data ini banyak digunakan sebagai acuan karena
memang telah dianggap sebagai suatu sistem perhitungan yang akurat. Namun dalam
kenyataannya, perhitungan dengan data Ephemeris Hisab Rukyat masih memunculkan masalah berupa hasil yang tidak akurat, yaitu dalam
perhitungan gerhana Matahari.
Beberapa buku ilmu falak yang selama ini beredar telah menjelaskan bagaimana data Ephemeris Hisab Rukyat bisa digunakan untuk memprediksi waktu-waktu terjadinya gerhana Matahari. Namun prediksi yang dihasilkan dari perhitungan tersebut ternyata melenceng jauh dari kenyataan terjadinya gerhana maupun dengan prediksi gerhana dari NASA.
Buku Algoritma Gerhana hadir untuk memuat penjelasan mengenai hasil perhitungan yang tidak akurat tersebut. Buku ini juga berupaya memperbaiki akurasi data gerhana yang dihasilkan dengan menerapkan metode Bessel dalam perhitungannya. Metode Bessel sendiri merupakan salah satu cara perhitungan gerhana yang banyak disebut sebagai teknik paling baik dalam memprediksi waktu terjadinya gerhana. Metode tersebut banyak diterapkan oleh lembaga astronomi maupun tokoh ilmu falak dan terbukti dapat menghasilkan waktu gerhana yang akurat. Diantara karya populer yang menerapkan metode Bessel adalah Canon of Solar Eclipse karya Jean Meeus hingga kitab Addurul Aniq karya KH. Ahmad Ghozali M.F. Meskipun tidak disebutkan secara jelas mengenai metode Bessel, namun nilai dari awamil kusuf dan khusuf dalam kitab Addurul Aniq mempunyai kemiripan dengan elemen-elemen Bessel yang banyak digunakan oleh para ahli astronomi dalam perhitungan gerhana.
Penerapan metode Bessel dalam perhitungan gerhana Matahari menggunakan data Ephemeris Hisab Rukyat terbukti dapat menghasilkan prediksi waktu gerhana yang lebih akurat dari perhitungan sebelumnya. Dalam peristiwa gerhana total 9 Maret 2016 di Banjarmasin yang sebelumnya berselisih hingga 27 menit menjadi hanya berselisih 30 detik saja dengan prediksi dari NASA.
ISI BUKU
Kata Pengantar
Pengantar Penulis
Daftar Isi
Mukadimah
TINJAUAN UMUM MENGENAI GERHANA
Makna Kata Gerhana
Mitologi Gerhana dalam Tradisi Masyarakat Dunia
Pandangan Astronomi Mengenai Gerhana Matahari
FIKIH GERHANA
Penafsiran Ulama Mengenai Gerhana dalam Al-Quran
Gerhana dalam Kitab Hadis
Salat Gerhana
GERHANA MATAHARI DENGAN DATA EPHEMERIS HISAB RUKYAT
Sejarah Ephemeris Hisab Rukyat
Data Astronomi dalam Ephemeris Hisab Rukyat
Algoritma Perhitungan Gerhana Matahari
Penelusuran Sumber Algoritma
Penyebab Hasil Perhitungan yang Tidak Akurat
REFORMULASI ALGORITMA
Konsep Perhitungan Gerhana Matahari dengan Teori Bessel
Hisab Gerhana Matahari menggunakan Data Ephemeris Hisab Rukyat dengan Teori Bessel
Uji Akurasi untuk Gerhana Matahari di Indonesia
Penutup
Daftar Pustaka
Lampiran
Tentang Penulis