Indonesia Berkiblat: Gerakan Nasional Kalibrasi Arah Kiblat dari Kementerian Agama RI

alfanm.my.id- Rashdul Kiblat Global atau Istiwa A'zam merupakan fenomena astronomi ketika Matahari berada diatas Ka'bah, sehingga arah bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat. Fenomena ini dapat dimanfaatkan umat Islam untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah. 


Rashdul Kiblat global teradi dua kali dalam satu tahun, yaitu pada tanggal 27 atau 28 Mei pukul 16:18 WIB atau 17:18 WITA, dan 15 atau 16 Juli pada pukul 16:27 WIB atau 17:27 WITA. Untuk wilayah Indonesia bagian timur tidak bisa mengamati rashdul kiblat yang terjadi pada tanggal 27 Mei dan 15 Juli, karena di wilayah Indonesia bagian timur Matahari sudah terbenam ketika tengah hari di kota Makkah. Meskipun demikian, wilayah Indonesia bagian timur tetap bisa meluruskan arah kiblat dengan menggunakan metode Rashdul kiblat tahunan, yaitu ketika Matahari berada pada titik balik dari Ka’bah atau bagian Bumi yang berkebalikan dengan Ka’bah. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 Januari pukul 06:30 WIT dan 29 November pukul 06:09 WIT.

Kementerian Agama RI memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 untuk menyelenggarakan kegiatan nasional bertajuk Indonesia Berkiblat: Gerakan Nasional Rashdul Kiblat 1.448K Tahun 2026. Program ini menargetkan 1.448.000 titik verifikasi arah kiblat yang melibatkan masyarakat di seluruh Indonesia.

Program Indonesia Berkiblat bukan sekadar seremonial, melainkan edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memastikan arah kiblat secara benar. Dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat, masyarakat dapat melakukan kalibrasi arah kiblat tanpa memerlukan peralatan survei yang rumit. Cukup menggunakan benda yang benar-benar tegak lurus dan memastikan waktu pengamatan sesuai dengan waktu standar Indonesia dari BMKG.

Sasaran kegiatan ini sangat luas, meliputi masjid, musala, pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, Kantor Urusan Agama (KUA), instansi pemerintah, hingga rumah tinggal. Keterlibatan masyarakat secara masif diharapkan mampu meningkatkan akurasi arah kiblat tempat ibadah maupun bangunan lainnya. 

Program ini dapat diikuti dengan terlebih dahulu membuat akun pada portal Indonesia Berkiblat. Berikut langkah-langkah pembuatan akun 

Setelah proses registrasi selesai, peserta melakukan pengamatan Rashdul Kiblat di lokasi yang telah ditentukan. Sebagai bukti pelaksanaan, peserta mendokumentasikan kegiatan pengamatan melalui foto. Dokumentasi tersebut kemudian diunggah ke Google Drive dengan pengaturan akses yang dapat dibuka melalui tautan. Selanjutnya, tautan Google Drive dikirim melalui portal Indonesia Berkiblat sebagai laporan pelaksanaan kegiatan. Setelah proses verifikasi, peserta dapat memperoleh sertifikat elektronik sebagai bukti partisipasi.


Lebih baru Lebih lama