Formulasi Hisab Gerhana Bulan


Setelah terbitnya buku Algoritma Gerhana yang membahas perhitungan gerhana Matahari dengan data Ephemeris Hisab Rukyat, beberapa pertanyaan muncul dari peminat kajian ilmu falak, terutama dari teman-teman mahasiswa ilmu falak, mengenai perhitungan gerhana Bulan menggunakan data Ephemeris Hisab Rukyat yang selama ini beredar. Apakah perhitungan tersebut sudah menghasilkan waktu gerhana Bulan yang sesuai atau masih memunculkan selisih yang besar sehingga perlu adanya perbaikan? 

Sepanjang pengetahuan penulis terkait perhitungan gerhana Bulan dengan data Ephemeris Hisab Rukyat yang beredar, jika hasil perhitungannya dibandingkan dengan prediksi gerhana dari NASA yang selama ini banyak digunakan sebagai acuan, akan memunculkan selisih yang masih bisa dianggap wajar untuk fenomena gerhana Bulan. Anggapan wajar tersebut penulis dasarkan pada masih adanya perbedaan waktu antara prediksi gerhana dari lembaga astronomi yang sama-sama bertaraf internasional. Selain itu dalam fenomena gerhana Bulan juga terdapat kesulitan untuk mengamati kapan waktu yang tepat ketika piringan Bulan mulai tertutupi maupun ketika mulai masuk fase total.  

Meskipun hasil perhitungan dengan data Ephemeris Hisab Rukyat yang beredar masih layak digunakan, namun ada beberapa hal yang perlu ditambahkan untuk melengkapi hasil dari perhitungan dengan data Ephemeris Hisab Rukyat. Seperti pada perhitungan yang beredar tidak terdapat perhitungan untuk ketinggian dan azimut selama gerhana berlangsung. Selain itu juga tidak terdapat perhitungan untuk fase penumbra, yang meskipun secara fikih tidak dianggap sebagai fase gerhana, namun secara astronomi fase penumbra tersebut dianggap sebagai bagian dari peristiwa gerhana Bulan. 

Melalui buku ini, penulis berupaya menghadirkan beberapa hal yang belum ada pada perhitungan dengan data Ephemeris Hisab Rukyat yang beredar tersebut. Dengan menerapkan metode Bessel sebagaimana yang digunakan juga pada buku Algoritma Gerhana, waktu dari fase penumbra, ketinggian dan azimut selama terjadi gerhana Bulan bisa diketahui. Selain menggunakan metode Bessel, dalam buku ini juga memuat perhitungan gerhana Bulan dengan data Ephemeris Hisab Rukyat menggunakan metode dari kitab haqiqi bi tahqiq. Penerapan tersebut bertujuan untuk nguri-nguri khazanah ilmu falak yang pernah berkembang di Indonesia.


Isi Buku

Kata Pengantar
Daftar Isi
Mukadimah
ALGORITMA  YANG  BEREDAR
Hisab Prediksi Gerhana Bulan
Hisab Waktu Istiqbal
Hisab Waktu Fase-fase Gerhana Bulan
Contoh Perhitungan
ALGORITMA  DARI HISAB  HAQIQI TAHQIQI       
Hisab Waktu Istiqbal
Hisab Waktu Tengah Gerhana Bulan
Hisab Waktu Awal dan Akhir Gerhana Bulan
Hisab Waktu Awal dan Akhir Fase Total
Contoh Perhitungan
ALGORITMA  BESSEL
Hisab Elemen Bessel Untuk Gerhana Bulan
Hisab Waktu Tengah Gerhana Bulan
Hisab Waktu Fase-fase Gerhana Bulan
Hisab Altitude dan Azimut Fase-fase Gerhana Bulan
Contoh Perhitungan
Daftar Pustaka
Lampiran
Tentang Penulis

Lebih baru Lebih lama